Hubungan antara Indikator Pengukuran Kelelahan Kerja dan Metode Cepat Penilaian Risiko Ergonomi

Yassierli Yassierli, Dwina Oktoviona, Inayati Ulin Na’mah

Sari


Kelelahan kerja merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap performansi kerja dan keselamatan kerja. Setiap pekerjaan memiliki potensi kelelahan kerja baik itu kelelahan fisik maupun mental. Setiap perusahaan perlu mengetahui tingkat kelelahan yang dialami oleh para pekerja sehingga dapat meminimasi dampak negatif yang mungkin timbul akibat kelelahan kerja. Dalam prosesnya, pengukuran kelelahan kerja tidak dapat dilakukan secara langsung dan dapat mengganggu aktivitas pekerja. Hal ini menyebabkan masih banyak perusahaan yang belum melakukan pengukuran kelelahan pada pekerjanya terlepas apakah pekerjaan yang dilakukannya memiliki risiko kecelakaan yang tinggi. Oleh karena itu, perlu dicari suatu metode pengukuran yang mudah dan cepat sehingga dapat diterapkan pada berbagai perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah metode penilaian cepat risiko ergonomi (ergonomics quick assessment tools) dapat digunakan untuk menggantikan indikator kelelahan kerja dalam mengukur tingkat kelelahan yang dialami pekerja.

Pengukuran kelelahan kerja pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan indikator denyut jantung dan kekuatan genggaman tangan. Penilaian risiko ergonomi dilakukan dengan menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Quick Exposure Checklist (QEC). Pengukuran kelelahan kerja dan penilaian risiko ergonomi dilakukan pada dua kelompok pekerjaan. Jumlah partisipan untuk setiap kelompok pekerjaan adalah 12 orang. Pengukuran kelelahan kerja dilakukan sebanyak satu kali sebelum pekerja melakukan aktivitas pekerjaan dan sebanyak empat kali saat jam kerja dengan frekuensi dua jam sekali. Penilaian risiko ergonomi menggunakan REBA dan QEC dilakukan untuk setiap pekerja. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan antara hasil pengukuran kelelahan kerja dengan penilaian risiko ergonomi pada masing-masing kelompok pekerjaan. Hal ini menunjukkan adanya peluang penggunaan metode penilaian risiko ergonomi dalam mengukur kelelahan kerja menggantikan metode pengukuran dengan menggunakan indikator yang ada.

Teks Lengkap:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.5614/j.ergo.2016.1.1.1

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.