PERANCANGAN SUHU TERMAL RUANG KULIAH DENGAN MEMPERHATIKAN BEBAN AKTIVITAS, SENSASI TERMAL DAN TERMAL ACCEPTABILITY: STUDI KASUS PADA UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA

Parama Kartika Dewa, Novenda Kartika Putrianto

Sari


Riset perancangan suhu termal selama ini berfokus kepada desain dan evaluasi ruang pada gedung yang diperuntukkan untuk kegiatan perkantoran, tempat tinggal dan kegiatan manufaktur. Faktor yang dominan diperhatikan adalah jumlah pengguna dalam ruang, temperatur dalam ruang, dan kelembaban udara dalam ruang. Perancangan suhu termal untuk ruang kelas tidak banyak ditemukan dalam literatur, terutama dengan memperhatikan beban aktivitas, sensasi termal dan termal acceptability. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suhu termal yang ideal pada ruang kelas di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dengan memperhatikan beban aktivitas, sensasi termal dan termal acceptability. Proses untuk mengidentifikasi suhu kenyamanan termal pada saat mahasiswa melakukan aktivitas kuliah menjadi penting untuk dilaksanakan. Hasil ini diharapkan menjadi masukan bagi tahapan penelitian berikutnya terkait dengan pengukuran energi yang diperlukan untuk menjadikan kondisi termal tersebut terwujud di ruang kuliah UAJY. Lokasi penelitian dilakukan di ruang kuliah Fakultas Teknologi Industri UAJY. Subjek penelitian adalah 120 mahasiswa. Periode waktu pengambilan data dilakukan sebanyak 2 periode setiap pengambilan data. Proses pengukuran data dan hasil dilakukan secara langsung di ruang kuliah. Suhu ruang diatur pada alternative suhu 19°C, 23°C, 27°C dan 30°C. Hasil penelitian berdasarkan analisis sensasi termal dan analisis thermal acceptability merekomendasikan suhu ruang kuliah dikondisikan 23°C yang akan menjamin kenyamanan mahasiswa saat mengikuti kuliah dalam kondisi baik.

Kata kunci: kenyamanan, suhu, termal, aktivitas kuliah

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


L. Susanti & N. Aulia, “Evaluasi kenyamanan Termal Ruang Sekolah SMA Negeri di Kota Padang,” Jurnal Optimasi Sistem Industri, vol. 12, no. 1, April 2013.

F. Idealistina, “Model termoregulasi tubuh untuk penentuan besaran kesan termal terbaik dalam kaitannya dengan kinerja manusia,” Disertasi Magister Institut Teknologi Bandung, tidak dipublikasikan.

ISO 7730, Moderate thermal environments—determination of the PMV and PPD indices and specifications for thermal comfort, second edition. Geneva, Switzerland.: International Organisation for Standardisation, 1994.

ASHRAE, Thermal environmental condition for human occupancy (ASHRAE standard 55-56). ASHRAE: Atlanta US, 1992.

P. O. Fanger, Thermal comfort. Malabar, FL, USA: Robert E. Krieger Publishing Company, 1982.

M. Hussin, M. R. Ismail, M. S. Ahmad, “Subjective perception of thermal comfort study in air-conditioned university laboratories”, Journal of Social and Behavioral Sciences, vol. 91, hal. 192-200, 2013.

T. H. Karyono, J. Sulistiawan, E. Sri, & Y. Triswanti, “Thermal comfort studies in naturally ventilated buildings in Jakarta, Indonesia,” Journal of Buildings, vol. 5. hal. 917-932, August 2015.

G. Lippsmeier, Bangunan tropis. Jakarta: Erlangga, 1980.

R. Kosonen & F. Tan, “Assessment of productivity loss in air-conditioned buildings using PMV index,” Journal of Energy and Buildings, vol. 36, hal. 987-993, 2004.

J. Singh, “Health, comfort and productivity in indoor environment,” Journal of Indoor Built Environment, vol. 5, hal. 22-33, 1996.

S. V. Szokolay, Manual of teopical housing and building. Bombay: Orient Langman, 1973.

F. Kerlinger, Foundations of behavioral research, second edition. Holt, Rinehart and Winston, 1973.

M. Goldman, H. Gvirtzman, M. Meju, & V. Shtivelman, “Hydrogeophysical case studies at the regional scale,” Hydrogeophysics, Springer, hal. 361–390, 2005.

ASHRAE Standard 55-2004, Thermal environmental conditions for human occupancy. Atlanta: American Society of Air-Conditioning, Heating and Refrigerating Engineers, Inc. Fanger, P O. 1970. “Thermal Comfort.” Danish Technical Press, 2004.




DOI: http://dx.doi.org/10.5614/j.ergo.2019.4.2.1

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.