Analisis Resiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja Bagian Pengemasan Minipack Menggunakan Metode Job Safety Analysis (Jsa) pada CV. XYZ

Atyanti Dyah Prabaswari

Sari


Penerapan konsep Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan dapat menjadi sarana utuk mencegah terjadinya risiko kecelakaan kerja bagi pekerja. Pabrik Susu XYZ merupakan salah satu pabrik susu pasteurisasi dan yogurt di Indonesia yang memiliki angka kecelakaan kerja pada tiap bagian. Angka kecelakaan kerja tertinggi terjadi pada bagian pengemasan karena pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko kerja dengan menggunakan Job Safety Analysis (JSA) dan analisis risiko semi kuantitatif AS/NZS 4360. Berdasarkan identifikasi risiko menggunakan Job Safety Analysis diketahui bahwa tiap pekerjaan pada bagian pengemasan minipack telah mempunyai pengendalian risiko tetapi belum optimal. Berdasarkan perhitungan analisis risiko semi kuantitatif menggunakan AS/NZS 4360 (1999), pekerjaan yang memiliki nilai risiko kecelakaan kerja tertinggi adalah pekerjaan mengatur volume dan pemasangan kemasan minipack dengan skor nilai 270. Pengendalian risiko yang dapat dilakukan oleh Pabrik Susu XYZ untuk mengurangi kecelakaan kerja adalah membentuk tim P2K3 dan menerapkan Behavior Based Safety (BBS) bagi keseluruhan pekerja.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Committee OB/7, Retrieved from Risk Management AS/NZS 4360:1999, 2016. (online): http://thirdeyeriskinsight.com/articles (12 Maret 2017).

Cooper, D., Behavioral Safety a Framework for Success, Indiana: BSMS Inc. (2009).

Cross, J. Study Notes SESC9211 Risk Management. Sidney: Department of Safety Science University of New South Wales. (1998).

Danjuma, A., Babatunde, A.A.-L., Taiwo, O.A., Micheal, S.N., Rates and patterns

of operating room hazards among Nigerian perioperative nurses, J. Perioper.

Crit. Intens. Care Nurs. (2016).

Geigle, Steven, OSHAcademy Course 706 Study Guide Conducting a Job Hazard Analysis. Oregon : Geigle Communications. (2002).

Gopang, M.A., Nebhwani, M., Khatri, A., Marri, H.B., An assessment of occupational health and safety measures and performance of SMEs: An empirical investigation, Safety science. 93 (2017) 127-133.

Gopinath, Varun, and Kerstin Johansen, Risk Assessment Process for Collaborative Assembly–A Job Safety Analysis Approach, Procedia CIRP44 (2016): 199-203.

Jaiswal, Vinit.; Banodha, Vineet dan Patel, Praveen. 2014. Risk Assessment in Maintenance Work at Diesel Locomotive Workshop. International Journal on Emerging Technologies. 5(1): 59-63(2014) ISSN No. (Online) : 2249-3255

Morrish, C., Incident prevention tools–incident investigations and pre-job safety analyses, International Journal of Mining Science and Technology. 4.27 (2017): 635-640.

Novianto, Farid., Analisis Kecelakaan dan Kesehatan Kerja dan Upaya Pencegahannya di Bagian Flooring dengan Pendekatan Risk Assesment PT. Dharma Satya Nusantara Surabaya. Skripsi. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”: Jawa Timur. (2010).

Peraturan Menteri Tenaga Kerja, Panitia Pembina Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja Nomor : PER.04/MEN/1987, Menteri Tenaga Kerja

Republik Indonesia. (1987).

Ramli, S., Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 1800,. Jakarta: Dian Rakyat. (2010).

Sucipto, CD., Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Yogyakarta: Gosyen Publishing. (2014).

Suma’mur, Keselamatan Kerja dan pencegahan Kecelakaan, Jakarta : CV. Haji Masagung. (1996).

Wolgater, M.S., and Laughery, K.R., Warning! Sign and label Effectiveness. Current Directions in Pshycological Science. (1996).