Analisis Stres Kerja dan Upaya Intervensi Psikologi Kerekayasaan dalam Mengatasi Stres Kerja Nelayan Tradisional Tanjung Peni Citangkil dan Leleyan Grogol Pesisir Pantai Cilegon

Antonius Manurung, Yosephin Sri Sutanti S, Dudi Adam H

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis stres kerja nelayan tradisional Tanjung Peni Citangkil dan Leleyan Grogol, Pesisir Pantai Cilegon. Selanjutnya, berdasarkan hasil temuan dikembangkan upaya intervensi psikologi kerekayasaan sebagai cara mengatasi stres kerja nelayan tradisional.
Populasi dalam penelitian berjumlah sekitar 4000 nelayan; berdasarkan teknik purposive sampling diperoleh 84 responden, nelayan Tanjung Peni Citangkil (45) dan Leleyan (39).
Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, alat deteksi stres (dikenal dengan alat HRV-Heart Rate Variability). Skala stres kerja diadaptasi dan dimodifikasi penulis dari konsep dan alat ukur Igor (1997). Teknik wawancara menggunakan pedoman wawancara stres kerja. Sedangkan alat deteksi stres kerja HRV mengukur frekuensi domain HRV yang digunakan untuk mengklasifikasikan kondisi stres mental individu.
Hasil penelitian menunjukkan stres kerja nelayan relatif cukup tinggi dengan nilai mean 53, 385. Berdasarkan nilai t diketahui bahwa stres kerja nelayan Leleyan, Grogol lebih tinggi dibandingkan dengan nelayan Tanjung Peni, Citangkil. Data deskriptif tersebut didukung hasil tes HRV dalam stress resistance (coping stress), dan stress index (psikis), dan fatigue index. Hasil data wawancara menunjukkan bahwa hal yang menyebabkan stres kerja pada nelayan tradisional di pesisir Pantai Cilegon Banten adalah lingkungan kerja yang kurang kondusif, mencakup suhu udara, pencahayaan, goncangan, dan kebisingan, cara kerja yang kurang ergonomis, dan manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang relatif buruk.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Billman, G.E., Huikiri, H.V., Sacha, J. & Trimmel, K. (2015).An introduction to heart rate variability: methodological considerations and clinical applications. Frontiers in Physiology, V.6: 55 (2015.Published online 2015 Feb 25. doi: 10.3389/fphys.2015.00055.

Caverley, N. (2005). Civil service resilience and coping, International Journal of Public Sector Management, Vol. 18 No. 5, 2005, pp. 401-413.

Cox, T., Griffiths, A., dan Rial-Gonzlez E. (2000). Research on work-related stress.European Agency for Safety and Health at Work.

Makara (2012). Sosial humaniora, vol 16, No 1, Juli 2012.

Munandar (2001).Psikologi industri dan organisasi.Jakarta: UI Press

NIOSH. (2000). Stress at work. Columbia : NIOSH.

Novani, N.P. & Prihatmanto, A.S. (2016). Heart Rate Variability Frekuensi Domain Untuk Deteksi Stres Mental dan Influenza Menggunakan SVM Classifier. Tesis. Bandung: ITB. url=

{https://doi.org/10.5281/zenodo.59500}

Olpin, M. & Hesson, M. (2012).Stress Management for Life: AResearch-Based Experiential Approach. Wardsworth,-Cengage Learning

Oxington, K.V. (2008).Psychology of Stress.New York: Nova Science Publishers

Pusat Data dan Informasi Kesehatan RI (2015)

Redfern,.D.C. Rees, C.J. & Rowlands, K.E. (2008) "Occupational stress: consensus or divergence? A challenge for training and development specialists", Industrial and Commercial Training,Vol.40 Issue: 6, pp. 287-294,https:// doi.org/10.1108/00197850810900039

Santrock, J. W. (2003). Psychology (7th ed.). Boston: McGraw-Hill.

Tarwaka (2013). Ergonomi industri dasar-dasar pengetahuan ergonomi dan aplikasi di tempat kerja.Surakarta: Harapan Press.