Pengujian Keandalan Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) Lapisan Unsafe Acts dan Unsafe Supervision Menggunakan Metode Index of Concordance

Iftikar Z Sutalaksana, Tahera Kania

Sari


Berdasarkan laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tahun 2013, penyebab kecelakaan transportasi udara di Indonesia 60% diakibatkan oleh faktor manusia. Berbagai metode telah dikembangkan untuk melakukan identifikasi dan analisis human error, salah satunya adalah Human Factors Analysis and Classification System (HFACS). Metode ini menjelaskan empat tingkatan pada human failure, yaitu unsafe acts, preconditions of unsafe acts, unsafe supervision, dan organizational influences. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keandalan HFACS lapisan unsafe acts dan unsafe supervision dalam menginvestigasi kecelakaan penerbangan di Indonesia serta untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keandalan tersebut. Metode yang digunakan dalam menguji keandalan HFACS yaitu index of concordance (IOC). Metode ini menghitung persentase kesepakatan (percentage agreement) antar responden. Persentase lebih dari 70% dianggap andal. Berdasarkan hasil kuesioner, didapatkan persentase kesepakatan pada tingkat lapisan yaitu sebesar 89.50% sedangkan persentase kesepakatan pada tingkat sublapisan yaitu sebesar 24.11%. Oleh karena itu, lapisan unsafe acts dan unsafe supervision andal pada tingkat lapisan namun tidak andal pada tingkat sublapisan. Terdapat beberapa faktor-faktor yang memengaruhi keandalan ini yaitu kelengkapan informasi, responden kuesioner HFACS, petunjuk HFACS, dan prosedur penelitian.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Beaubien, J. M. & Baker, D. P., A Review of Selected Aviation Human Factors Taxonomies, Accident/Incident Reporting Systems, and Data Reporting Tools, International Journal of Applied Aviation Studies, 2(2), hal. 11-36, 2002.

Dambier, M., Hinkelbein, J. (2006). Analysis of 2004 German General Aviation Aircraft Accidents According to the HFACS Model. Air Medical Journal, 25(6), 265-269.

Izazaya, E. (2012). Kajian Taksonomi Kecelakaan Kereta Api di Indonesia Menggunakan Human Factors Analysis and Classification System (HFACS). Tesis Institut Teknologi Bandung.

Jambak, M. I., Perancangan Petunjuk Pelaksanaan Penyelidikan Faktor Manusia pada Kecelakaan Pesawat Udara Sipil di Indonesia. Teknik dan Manajemen Industri, Institut Teknologi Bandung, Bandung, 2011.

Kim, S. K., Jang, T. I., Lee, Y. H., Shin, K. H. (2012). Investigations on Human Error Hazards in Recent Unintended Trip Events of Korean Nuclear Power Plants. Transactions of the Korean Nuclear Society Autumn Meeting, (pp. 2526). Korea.

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi, Accident Reports, NTSC Aviation, http://www.dephub.go.id/knkt/ntsc_aviation/aaic.htm, (1 Mei 2014).

Lenné, M. G., Salmon, P. M., Liu, C. C. & Trotter, M., A Systems Approach to Accident Causation in Mining: An Application of the HFACS Method, Accident Analysis and Prevention, xxx, hal. xxx-xxx, 2011.

Li, W. C., Harris, D., Yu, C. S. (2008). Routes to Failure: Analysis of 41Civil Aviation Accidents From the Republic of China Using The Human Factors Analysis and Classification System. Accident Analysis and Prevention, 40, 426-434.

Olsen, N. S. & Shorrock, S. T., Evaluation of the HFACS-ADF Safety Classification System: Inter-Coder Consensus and Intra-Coder Consistency, Accident Analysis and Prevention, 42, hal. 437-444, 2010.

Ross, A. J., Wallace, B. & Davies, J. B., Technical Note: Measurement Issues in Taxonomic Reliability, Safety Sciences, 42, hal. 771-778, 2004.

Wallace, B. & Ross, A., Beyond Human Error, CRC Press, 80-86, 2006.

Wang, L., Wang, Y., Yang, X., Cheng, K., Yang, H., Zhu, B., . . . Ji, X, Coding ATC Incident Data Using HFACS: Intercoder Consensus, International Journal of Quality, Statistics, and Reliability, 2011, hal. 1-8, 2011.

Shappell, S. A., Wiegmann, D. A. (2001). Applying Reason: The Human Factors Analysis and Classification System (HFACS). Human Factors and Aerospace Safety, 1, 59-86

Wiegmann, D. A., Shappell, S. A. (2001). Human Error Perspective in Aviation. The International Journal of Aviation Psychology, 11(4), 341-357