Perancangan Alat Bantu Perakitan Helm untuk Menurunkan Risiko Kerja Operator

Ardelia Christabel Tobing, Ignasius Rian, Ria Audina Stefani, Rida Zuraida

Sari


Studi dilakukan di bagian perakitan helm PT SMI yang seluruh prosesnya dilakukan manual dan beberapa proses cukup berisiko bagi operatornya sehingga perlu dievaluasi. Evaluasi dilakukan dengan mengukur kelelahan subjektif menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) dan risiko kelelahan menggunakan Fatigue Likelihod Scoring (FLS) utuk melihat apakah ada risiko kelelahan yang berlebihan bagi operator. NORDIC Muscoloskletal Questoinnaire (NMQ) digunakan untuk mengetahui ada tidaknya keluhan fisik, dan Job Strain Index (JSI) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) digunakan untuk penilaian risiko postur kerja. Studi dilakukan langsung pada operator perakitan (20 pria, 14 wanita). Hasilnya menunjukkan risiko kelelahan kerja berada pada tingkat menengah (5,823 skala 0-10), dan kesempatan istirahat operator sangat cukup berdasarkan jam kerja. Tetapi aktivitas perakitan ini menimbulkan keluhan fisik di beberapa bagian tubuh berdasarkan survei menggunakan NMQ. Analisis lanjutan menunjukkan aktivitas yang berisiko adalah memotong list dengan nilai JSI 13,5 (berbahaya) dan RULA 6 (perlu perubahan segera), dan menekan seropong dengan nilai JSI 9,75 (berbahaya) dan RULA 5 (perlu perubahan segera). Untuk itu dilakukan perancangan dua alat bantu sehingga risiko JSI turun dua peringkat (risiko tidak pasti) dan RULA turun satu peringkat (perlu investigasi). Pemanfaatan JSI dan RULA dapat membantu perbaikan sistem kerja lebih tepat sasaran untuk pekerjaan fisik dan berulang.

Teks Lengkap:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.5614/j.ergo.2016.1.1.3

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.