Pengaruh Penggunaan Kursi Kerja Ergonomis Terhadap Penurunan Keluhan Nyeri dan Stress Kerja pada Pekerja Perusahaan Lampu X di Yogyakarta

Lientje Setyawati Maurits, Bungakaraeng Bungakaraeng

Sari


Ergonomi perlu diterapkan diberbagai tempat termasuk di sekolah, ditempat kerja maupun ditempat lain agar dapat diperoleh kenyamanan dan peningkata produktivitas. Melakukan pekerjaan dengan menggunakan alat kerja dan stasiun kerja yang tidak ergonomis dapat menimbulkan gangguan musculoskeletal dengan adanya rasa nyeri dan pegal serta adanya ketegangan, mudah gelisah, bosan, dan lain-lain keluhan stress kerja yang berdampak terhadap terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya penurunan keluhan nyeri dan stress kerja yang dialami pekerja di perusahaan lampu X di Yogyakarta.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pre test, post test one group design, yang dilakukan pada 21 pekerja sebagai subyek penelitian yang berlangsung pada bulan Juli 2004 di perusahaan lampu X di Yogyakarta. Variabel penelitian terdiri atas variabel bebas yaitu kursi kerja ergonomis sedang variabel terikat adalah keluhan nyeri dan angka stress kerja. Analisis data menggunakan uji-t amatan ulangan dengan program computer SPS 2000.
Hasil uji statistic menunjukkan penurunan keluhan nyeri yang sangat significan antara kelompok pre test (mean = 43.14) dan post test (mean = 28.14) dengan t = 11.771 (p = 0.000). Hasil uji-t amatan ulangan selanjutnya menunjukkan penurunan stress kerja yang sangat significant antara kelompok pre test (mean = 52.238) dan post test (mean = 43.762) dengan nilai t = 7.385 (p = 0.000).

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Clark. D.R, 1996. Workstation Evaluation and Design, Bhattacharya, A, and McGlothlin. J.D., Occupational Ergonomics: Theory and Application. New York. 279-327

Corlet, E.N., 1992. Static Muscl Loading and the Evaluation of Posture, Wilson J.R. & Corlett H.N., Evaluation of Human Work a Practice! Ergonomics Methodology, Tailor & Francis. London.

Grandjean, E., 1993. Fitting the Task to the Man, a Texbook of Occupational Ergonomics, 4th ed. Taylor & Francis, London.

Harrington, J.M., & Gill, F.S., 1983. Occupational Health, Blackwell Scientific Publications, London.

Setyawati L.1, Bungakaraeng2 / Pengaruh Penggunaan Kursi Kerja Ergonomis Terhadap Penurunan Keluhan Nyeri dan Stress Kerja pada Pekerja Perusahaan Lampu X di Yogyakarta

Levy, B.S., and Wegman, D.H., 1988. Occupational Health. 2nd ed., Little Brown & Company. Boston / Toronto.

Manuaba, A., 2000. Ergonomi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Sritomo Wignyosoebroto dan Wiranto. Stefanus E., 2000. Proceeding Seminar Nasional Ergonomi 2000. Gunawijaya. Surabaya 1-4

Pratiknya, A.W., 2001. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Rajawali, Jakarta.

Puja, I.B.P., 2000. Perbaikan Sikap Kerja Duduk Mengurangi Gangguan Sistem Musculoskeletal dan Meningkatkan Produktivitas Kerja Perajin Batok Kelapa di Desa Koripan, Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung. Tesis, Tidak Dipublikasikan, Program Studi Ergonomi Fisiologi Kerja Program Pascasarjana, Universitas Udayana, Bali.

Purnawan, I.B., 2000. Perbaikan Sikap Kerja Mengurangi Keluhan Subyektif Perajin Layang-layang Home Industry Sanur, Bali, Proceeding Seminar Nasional Ergonomi 2000. Guna Widya, Surabaya.

Setyawati, L., 2000. Ergonomi, Kumpulan Makalah Hiperkes, Volume I, Periode 1995 s/d 1997. Yogyakarta. 45 – 56

Waters, T.S. & Putz-Anderson, V. 1996. Revise NIOSH Liffing Equation, Bhattacharya, A., and McGlothlin, J.D., Occupational Ergonomics: Theory and Application. New York. 627-654