Kajian Awal Sistem Keselamatan Kerja Pada Kasus Kecelakaan Di SBU ITS PT. X dengan Menggunakan Metodologi Human Factors Analysis and Classification System (HFACS)

Iftikar Z Sutalaksana

Sari


Diantara ttahun 1995 hingga 2012, terdapat 16.515 kecelakaan penerbangan yang berakibat fatal. Dari total kecelakaan tersebut, 3.284 kecelakaan disebabkan oleh kesalahan akibat masalah maintenance pesawat terbang. Data ini juga didukung bahwa 70-80% kecelakaan penerbangan diakibatkan oleh kesalahan manusia (human error). Di sisi lain, PT. X merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang utama perawatan turbin pesawat terbang. PT. X memiliki peranan penting pada kelancaran dunia penerbangan. Hingga saat ini. PT. X masih memiliki masalah keselamatan pada sistem kerjanya, sehingga berpotensi menghasilkan produk perbaikan turbin yang di kemudian hari justru dapat menimbulkan kecelakaan penerbangan. Fakta ini menunjukkan bahwa perlunya diadakan sebuah penelitian pada sistem kerja PT. X dengan pendekatan faktor manusia. Salah satu metode untuk menganalisa aspek keselamatan secara komprehensif dengan pendekatan kesalahan manusia adalah metode Human Factors Analysis and Classifications System (HFACS). Penelitian ini akan memakai metode HFACS untuk membuat sebuah kajian awal keselamatan kerja di PT. X. Hasil dari penggunaan metode HFACS pada kecelakaan di SBU ITS, dibangun dengan data-data yang didapatkan dari investigasi kecelakaan yang dilakukan dengan metode Event Casual Factors Charting (ECFC) dan (Systemic Cause Analytical Tool (SCAT), serta dari hasil wawancara yang dilakukan pada narasumber-narasumber kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai permasalahan pada sistem kerja PT. X di bidang keselamatan kerja yang secara lebih lanjut dapat berpotensi mengakibatkan kecelakaan penerbangan pada kemudian hari. Masalah-masalah ini masih berkaitan dengan faktor manusia secara umum.


Kata kunci: kajian awal sistem keselamatan kerja, HFACS, sistem kerja, investigasi kecelakaan, ECFC, SCAT.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Air Accidents Data. Civil Aviation Authority. 2013, https://www.caa.co.uk/.

European Aviation Safety Agency (2008). EU-OPS. Official Journal of the European Union.

Hoffman, R.B., et. Al. (2013). Adaptation of the Human Factors Analysis and Classification System to Patient Safety Studies. The University of Texas MD Anderson Cancer Center.

Jambak, M. I. (2011). Perancangan Petunjuk Pelaksanaan Investigasi Kecelakaan Menggunakan Metode HFACS. Institut Teknologi Bandung.

Kele?, Rustem (2005). The Role of Occupational Health and Safety In Total Quality Management. Sakarya Üniversity. Skaryai/Turkey.

Reason, James (1990). Human Error. Cambridge University Press. Cambridge. [17]Reason, James and Hobbs, Alan (2003). Managing Maintenance Error: A Practical Guide. Ashgate Book Publisher. London.

Reinach, Stephen dan Viale, Alex (2006). Application of A Human Error Framework To Conduct Train Accident/Incident Investigations. Accident Analysis and Prevention 38 (2006) 396–406.

Shappell & Wiegmann (2001). Applying Reason: the human factors analysis and classification system (HFACS).. University of Illinois at Urbana Campaign, USA.

Xi, Y. T., Fang, Q. G., Chen, W. J., Hu, S.P (2009). Case-based HFACS for Collecting, Classifying and Analyzing Human Errors in Marine Accidents. Merchant Marine College, Shanghai Maritime University, Shanghai, P.R. China Library of Shanghai Maritime University, Shanghai, P.R. China.