Implementasi perbaikan Perilaku Kerja aman menggunakan pendekatan Behavior-Based Safety pada Industri batik di Kota Semarang

Novie Susanto, Wiwik Budiawan, Ratna Purwaningsih, Dea Rahma Sabrina

Sari


Penelitian pendahuluan terhadap 25 pekerja menunjukkan bahwa potensi bahaya yang dapat terjadi pada industri pembuatan batik. Bahaya tersebut meliputi gangguan pernapasan akibat mencium bau rebusan pewarna kain, kulit melepuh atau terbakar terkena malam yang panas, hingga iritasi mata akibat percikan panas pada saat merebus kain. Kondisi tersebut mendorong untuk dilakukan penelitian untuk menciptakan keselamatan dan kesehatan kerja di industri batik Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah metode DO IT (Define, Observe, Intervene, and Test) sesuai pendekatan Behavior Based Safety (BBS). Penelitian ini menguji hubungan faktor pengetahuan, persepsi, komunikasi, dan alat pelindung diri terhadap perilaku kerja aman. Hasil yang diperoleh adalah 3 faktor, yaitu pengetahuan, komunikasi, dan alat pelindung diri mampu menjelaskan variabel perilaku kerja aman sebesar 69,1%. Implementasi perbaikan yang disarankan adalah dilakukannya sosialisasi untuk pekerja dan pemilik usaha, pengadaan alat pelindung diri, pemberian instruksi keselamatan dan kesehatan kerja, pembuatan safety sign dan safety poster, serta pembuatan SOP keselamatan dan kesehatan kerja.

Kata kunci: keselamatan kerja, kesehatan kerja, bahaya, risiko, batik

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anisyah, Y. Analisis Perkembangan Industri Batik Semarang, Semarang: Universitas Diponegoro. (2011).

Andi, A.. Model Persamaan Struktural Pengaruh Budaya Keselamatan Kerja pada Perilaku Pekerja di Proyek Konstruksi. Jurnal Teknik Sipil, (2005)127-136.

Al Hemoud & Al-Asfoor. A Behaviour Based Safety Approach at Kuwait Research Institution. Journal of Safety Research, 37 (2) (2006). pp. 201-206

Astuti, Y. Peran Safety Leadership dalam membangun budaya keselamatan yang kuat. Seminar Nasional VI SDM Teknologi Nuklir. Yogyakarta. (2010).

Ginting, P. Perubahan Budaya Safety di Indonesia. Jakarta: Ribu Pass Persada. (2013).

Notoatmodjo, S. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: PT. Rineka Cipta. (2007).

Anizar. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Industri. Yogyakarta: Graha Ilmu. (2012).

Utami, D. P. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Aman (Safe Behavior) Pekerja Departemen Operasi II PT Pupuk Sriwidjaja Palembang Tahun 2014. Palembang: Universitas Sriwijaya.(2014).

Retnani, N., & Ardyanto, D. Analisis Pengaruh Activator dan Consequence Terhadap Safe Behaviour Pada Tenaga Kerja Di PT. Pupuk Kalimantan Timur Tahun 2013. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Healthy, 2, (2013)119-129.

Suyono, K., & Nawawinetu, E. Hubungan Antara Faktor Pembentuk Budaya Keselamatan Kerja dengan Safety Behaviour Di PT Dok dan Perkapalan Surabaya Unit Hull Construction. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health. (2013).

Demak, D. Analisis Penyebab Perilaku Aman Bekerja Pada Perawat Di RS Asshobirin Tanggerang Selatan Tahun 2013. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah. (2014).

Ansori, N., Novianti, T., Agustina, F., & Ma'ruf, A. S. Model Prediksi Perilaku Kerja Aman Industri Kreatif Batik Tulis Sumenep. Optimasi Sistem Industri, Vol. 14 No.2. (2015)

Seo, H. C., Lee, Y. S., Kim, J. J., & Jee, Y. N. Analyzing safety behaviors of temporary construction workers using. Safety Science. (2015).

Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariat dengan SPSS. Semarang: Unversitas Diponegoro. (2006).

Sugiyono. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. (2014).




DOI: http://dx.doi.org/10.5614/j.ergo.2019.4.1.3

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.